Kamis, 27 Oktober 2016

RUANG INTUISI

Bukankah sebuah keraguan yang timbul jika sebuah persepsi mengalahkan semua perasaan?
Aku bertanya... apakah itu benar?
Ada banyak hal yang membuat ku tersadar bahwa semua itu lebih besar daripada apa yang aku bayangkan
Tapi kenapa itu semua terasa semakin tulus
Rasa ingin tahu menjawab semua pertanyaan yang terkubur sejak lama
Disaat itu juga hanya keyakinan yang timbul untuk kembali memendam semuanya
Begitu lengkap dituliskan, diukir

Apa yang aku rasakan ketika melihatnya?
Rasanya sungguh, aku seperti ingin melayang
Tapi aku bertanya kembali, apakah benar seperti itu?

Awan pun gelisah
Semuanya seakan laksana bintang yang terang menerangi jiwa
Tak terhitung, tak terlihat, lalu haruskah aku berusaha mengerti semua rasa sakit itu?
Yang aku tau... andaikan... andaikan...
Andaikan...

Selamanya...

Sabtu, 22 Oktober 2016

Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk orang yang engkau cintai, melainkan Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. (Q.S. 28: 56)

Rabu, 19 Oktober 2016

ALLAH IS AL HAADII

Belakangan ini gua berkutat dengan hal-hal yang menguras pikiran gua. Gua mikirin skripsian revisi gua yang belum kelar-kelar sampe sekarang, belum lagi gua mikirin hal-hal yang dapat diakibatkan kalo gua hanya stuck dan terus mikirin skripsi gua yang bisa membuat gua stress seketika. Gua mikirin harus gimana gua kedepannya, gua mikirin setelah lulus gua harus ngapain, apa yang bisa gua kerjain, pikiran kaya gini lebih kearah gua udah gamau ngerepotin orang-orang yang selalu membantu gua dari gua kecil sampe sekarang. Entah kenapa belakangan ini gua selalu mikir gua harus bisa berdiri diatas kaki gua sendiri. Actually, kadang yang bikin capek adalah ketika gua sadar, gua hanya berkutat dengan pikiran gua but I do nothing at all. Karna gua tipe orang yang punya pikiran harus bisa menyelesaikan pekerjan gua satu per satu kalo ini dibawa serius ya kaya gitu. Harus satu per satu baru lanjut apa yang bisa dikerjakan berikutnya.

Terus gua juga mikir yang belakangan ini viral di media yang masalah Ahok menghina ayat suci al quran tentang surat Al maidah ayat 51, ada juga yang membuat gua berpikir tentang perdebatan kedua calon presiden Amerika yaitu Donald Trump dan Hillary Clinton. Pas gua nonton sesi debat kedua calon presiden itu, gua pas nonton di bagian pertanyaan yang kira-kira begini pertanyaannya :
Ini pertanyaan untuk Donald Trump : Anda mengatakan jika anda menjadi presiden anda akan melarang umat muslim masuk ke Amerika? Tanggapan anda.
Si Trump itu pun menjawab : Benar. Karna saya rasa Negara kita sudah banyak memiliki masalah, jadi saya tidak akan menambah masalah lagi dengan mempermudah akses masuknya umat muslim ke Amerika.

Lalu si Hillary Clinton memberikan tanggapan atas yang katanya ke’bijak’sanaan yg akan diterapkan si Trump JIKA dia menjadi presiden di Amerika : Saya tidak setuju dengan hal tersebut, karna kita tahu sendiri dan tidak bisa meutup mata kalau teroris adalah PROPAGANDA. Jadi mana mungkin jika sodara kita sedang mengalami kesulitan kita malah menjauhinya, hanya saja mungkin akan lebih diperketat tentang keluar dan masuknya siapa saja di Amerika.

Dan kedua hal tersebut menjadi topik yang gua sharingkan dengan kedua orang temen deket gua pas sehabis sholat ashar di masjid Al Dakwah deket kampus. Menanggapi kasus ahok dan kaitannya dengan pemilu Jakarta secara gua warga DKI, gua jujur sebenernya makin bingung mau milih yang mana yang jelas ada dua yang ga akan gua pilih, tapi gua juga bingung yang satu lagi sebenarnya bisa dipilih ato engga. Ahok, buat gua dia, salah tapi Allah melalui Ahok sudah mengingatkan kita umat muslim untuk mau kembali membaca kitab suci kita sendiri dengan baik, kembali lagi gua hanya akan mengambil positif dari hal ini yaitu ALLAH IS AL HAADII. Dengan cara seperti ini lah kita dituntun agar mau membuka kembali kitab suci kita dan membacanya kembali dengan baik. Menurut gua ketika ahok dilahirkan sebagai etnis Tionghoa dan beragama nasrani itu bukan salah dia. Karna apa yang terjadi di kehidupan setiap orang itu tidak ada yang kebetulan, itu sudah ditentukan oleh ALLAH. Lalu apakah gua memilih dia? Silahkan menyimpulkan sendiri dari pernyataan gua tentang Ahok tadi.

Terus ada Anies Baswedan, gua juga suka bingung sih memberikan pernyataan tentang dia ini baik lewat apapun, bahkan dalam tulisan gua ini yang biasanya gua frontal. Tapi gua cuman pengen bilang ketika kita ingin memilih pemimpin, jangan hanya sekedar milih tapi kenali calon yang akan kita pilih, ajaran dan paham yang mereka anut. Lalu apakah gua memilih dia? Silahkan menyimpulkan sendiri dari pernyataan gua tentang Anies tadi.

Kalo AHY, kalo gua sih berpendapat tidak terlepas dukungan dari sang keluarga kenapa akhirnya dia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai cagub, tapi cawagub si AHY menurut gua sangat mengerti tentang Jakarta, sempat liat sekali doing sih tapi pas di tv pas ngutarain programnya tapi-___- yang gua mikir sayang aja sih kenapa dia harus mencopot apa yang di sudah raih, dan tujuan dia nyalonin apa dah(terserah dia juga sih sebenernya). Udah itu doang. Lalu apakah gua memilih dia? Silahkan menyimpulkan sendiri dari pernyataan gua tentang AHY tadi.

Kalo masalah debat presiden Amerika, hmmmmmmmmmm….. ini bisa lebih dalam lagi. Tapi udah segitu aja. Biar cukup ini menjadi pikiran gua yang sekilas aja.

I think its being normal when u grow up by thought, you can be like me actually. Ya karna gua tipe orang yg bisa sangat sangat open dengan tulisan makanya gua nulis tentang pendapat gua ini. Pikiran pikiran yang selalu gua pikirkan terutama jika gua berkutat dengan pikiran tentang kehidupan gua, gua pasti akan ngeluh ke diri sendiri. Daannnnnnnnnn….. sampai pada akhirnya lagi, lagi dan lagi Allah selalu memberi gua gambaran dan petunjuk jika gua mengeluh. Awalnya nih awalnya  gua masih mengabaikan bahkan sampe berkali kali. Padahal gua paham betul dengan maksud sebenernya. Tapi gua masih bisa menahan emosi, perasaan dan intuisi gua buat BERUSAHA mengontrol itu semua agar gua tetap bisa terlihat stabil diluar.

Yang pertama, pas gua mau beli pulsa di deket rumah, gua tiba-tiba diajak kenalan sama kasirnya dan dia malah curhat tentang cerita dia baru masuk kuliah, mahalnya alat-alat yang harus dia gunakan untuk menunjang perkuliahan dia, dan sebagainya. Sempet bingung awalnya. Tapi gua suka bingung aja terkadang kalo ada orang yang baru kenal sama gua tapi dia bisa seterbuka itu sama gua. Apa ada yang salah ya sama muka gua?-_-

Yang kedua, gua ketemu dengan seorang perempuan berusia 27 tahun pas gua mau pulang dari kampus pas hujan-hujan dan gua basah kuyup, gua lupa lagi namanya, tapi gua apal mukanya. Awalnya gua kira si kakak ini 24 ato 25an lah umurnya eh ternyata enggak. Dia cerita tentang kehidupan pribadi dia gimana akhirnya sampe akhirnya dia memutuskan melanjutkan pendidikan dan memilih bahasa Arab. Entah kenapa gua sangat salut dengan si kakak ini, perjuangan gua mah gak ada apa-apanya kalo gua bilang. Itu makanya gua sangat mementingkan pendidikan apalagi kita perempuan, ingat akan lahir anak-anak yang cerdas dari perempuan-perempuann yang rajin(ini sebenernya penyemangat sendiri-__-)

Yang ketiga, setiap gua jalan menuju kampus minggu lalu gua selalu melihat tuna wisma ato hal yang lebih parah dari situ, semoga lo paham maksud gua. Dari sini gua sangat paham betul kenapa kita harus beristighfar setiap saat dan berdzikir setiap saat SUBHANALLAH (Maha Suci Allah yang Menjadikannya Terlihat Buruk).

Yang keempat, gua ketemu sama si Anggi anak kelas 2 SD yang gua kira rumahnya dibelakang komplek rumah nenek  gua ternyata tetangga sebelah gua-__- gua ketemu si Anggi ini awalnya karna mau sekalian nyebrangin die pas gua mau ke kampus. Eh pas 5 hari yang lalu dia mampir sama ibunya ke depan pas gua nemenin nenek gua. Intinya adalah si anggi adalah anak kelas 2 SD yang sangat kuat dan dipaksa dewasa dengan keadaan hidupnya, gua ga akan mau bilang tentang hal ini. Yang gua tau si Anggi ini pas gua tanya mau jadi apa dia bilang : Anggi mau jadi angkatan kak Novi. Terus dia nanya ke gua kalo mau jadi angkatan gimana ya kak , gua cuman bilang : belajar yang rajin dan jangan pernah tinggalin sholat ya nggi. Si Anggi ini bilang ke gua iya kak Anggi rajin kok sholatnya, kalo jumatan juga rajin, dan ngaji sekali seminggu. Alhamdulillah:) ngerasa kena lagi gua diingetin sama Allah tentang hal ini.

Dan yang terakhir adalah kejadian yang terjadi di kampus, sampaiiiiiiiiiiii pada akhirnya gua memutuskan untuk menumpahkan semua ini dalam blog gua ini yaitu gua dibikin nangis dengan salah satu temen gua yang sering gua ajak sharing tentang islam dan yang ngasih buku gua tentang perbandingan agama. Dia manggil gua dan bilang : eh no, ada lah yang mau aku bilang tentang aku ke kau dan kau ke aku. Karna dia tiba-tiba bilang kaya gitu ya gua diam dan mikir “kenapa ini tiba-tiba gini?” gua malah mikir apa gua ada salah ya sama si eneng ini (namanya bukan eneng tapi gua manggil temen kampus gua emang begitu). Ternyata adalah ini hal yang membuat gua menangis ketika dia bilang :

Ternyata nov, aku ketemu samamu udah ditentukan nov sama Allah buatku. Oke, sampai disitu gua masih paham. Terus dia melanjutkan. Jadi aku ngerasa sempat ragu dengan keyakinan aku sendiri dan aku rasanya pengen marah sama Allah, sampai pada akhirnya aku ngaji dan disuruh buat ayo buka kembali al quran mu dan cari arti tentang namamu kembali. Aku baca al quran sampai pada akhirnya aku menemukan ayat Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". (QS 2:135)
Aku ngerasa aku ‘tertampar-tampar’ nov, ga kau liat ini mataku bengkak. Aku ngeliat kau dengan apa yang kau yakini, islam membuat kau nyaman dengan kehidupan sedangkan aku. Aku ngerasa maksud dari ayat itu ketika aku tahu Allah mempertemukan kita itu emang udah tertulis di quran itu sendiri. Udah emang dibuat sama Allah, ga ada yang kebetulan. Dan ayat yang aku baca sampai ke ayat itu semua menuju ke kau.

Ketika gua mendengar cerita temen gua itu hanya bisa menangis dan sempet tertunduk lemas tadi, dan gatau harus merespon apa. Yang gua tau dan gua yakini gua emang percaya kalo setiap apapun yang kita alami di kehidupan ini memang tidak ada yang kebetulan, semuaaaaaaaaaa sudah ditetapkan oleh Allah, jodoh, rejeki, hidup dan mati. Lambat laun gua semakin paham dengan ini. Dengan adanya ketetapan ini oleh sebab itu kita manusia sudah seharusnya tidak boleh menngeluh, IKHTIAR dan TAWAKAL. Tapi seketika aku sadar itu tantangan kita sebagai orang yang beriman ".... Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

Ini juga yang akhirnya gua diskusikan tadi dengan teman gua itu tentang tawakal, seharusnya islam membuat kita tidak akan pernah takut akan apapun di dunia ini, jika kita kita masih takut kita belum bisa disebut islam. Dan jika teman gua itu merasa tertampar-tampar, gua ngerasa ada yang bikin hati gua menohok, yang gua lakuin sekarang dalam hidup gua, gua hanya ingin berusaha jujur kepada diri gua sendiri, dalam islam gua ngerasa tenang, gua menemukan kebenaran didalamnya. Walaupun belakangan ini begitu banyak yang mengomentari cara berpakaian gua, menurut gua ga masalah, ya gua sadar gua belum melakukan kewajiban gua dengan baik, tapi dengan berpakain tertutup dan sopan apa salah? Yang gua tau, gua ngerasa lebih baik dari dulu, gua ngerasa lebih mengerti gua hidup tujuannya apa dan untuk apa. Kelak apapun kata orang tentang gua, inshaAllah gua hanya akan menghadapinya dengan senyum dan berdiri tegak karna dalam kehidupan gua, gua punya Allah yang lebih lebih lebih lebihhhhh besar dari masalah masalah gua sendiri. gua ngerasa Allah kembali lagi menyatakan kebesarannya ALLAH IS AL HAADII… ALLAHUAKBAR.

Jadi menurut gue :
Untuk merasakan indah dan pahitnya hidup, kita tidak perlu merasakan. Cukup dengan melihat seharusnya sudah. Tapi kadang hati nurani kita tertutup
Sekarang kembali lagi ke diri kita mau membuka mata hati kita atau tidak?
Mau menerima petunjuk dengan baik atau tidak

***

Ya Allah
Kuatkan lah kami menuju jalan lurusmu
Kuatkan lah kami terus berjuang dijalanmu
Berjuang di agamaMu
Bantu kami menuju hidayahMu
Tidak mudah
Tapi biarkanlah segala apapun yang terjadi dalam kehidupan kami dapat kami lihat dengan luas, dengan tenang seperti Rasullulah yang sangat kuat menegakkan jalan lurusMu ya Allah
Jalan hijrah oh sungguh tidak mudah, tapi jika kami lelah ingatkan lah kami dengan cara yang indah
Tuntun kami agar terus berjuang
Ampunilah kami
Oh Muhammad ku maafkan yang terkadang suka lupa dengan ajaran-ajaranmu
Maafkan kami jika kami lupa untuk saling mengasihi, lupa peduli akan sesama
Ya Rasulullah betapa beruntungnya setiap orang yang selalu mengingat ajaranmu dan menerapkannya

Ya Muhammadku, Ya Rasulullah… kami merindukanmu

***

Dear beloved prophet
Today at school, the teacher asked us to draw you
I like to draw, but I never saw you
So I closed my eyes
And I saw a tear in the eye of my mother while reading your story
I saw my father praying all night
I saw my elder sister smiling, even though she just got insulted in the street
I saw my best friend asking me for forgiveness, even though I was to blame
I want to draw all these images
Here, people want to see everything, to watch everything
But I closed my eyes
And I saw you coming towards me
I saw you coming towards us
With the most perfect smile
How could I ever draw a perfect smile?
The teacher did not let me speak when I wanted to explain to her
I can't blame her
She probably never learnt to love someone she doesn't see
But me, I love you without seeing you
I am not good at drawing but I like to write
I like to write to you, yaa Rasulullah
If you could only come back amongst us for a few hours
a few seconds...
a few moments...
She could understand eventually



Senin, 17 Oktober 2016

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya".

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnyaengkau tidak akan dapat menembus bumi, dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung".



#Penyejukhatiditengahmalam #Selfreminder #mushaf

Alhamdulillah:')