Wednesday, 4 May 2022

Welcome Syawwal #CatatanAkhirRamadan

Ketika memasuki awal ramadan, terkhususnya umat muslim bergembira menyambutnya, lalu setelah satu bulan penuh rasanya sedih bercampur rasa haru dan gembira karna bulan suci dan penuh dengan ampunan tersebut seperti begitu cepat berlalu. 

Salah satu nikmat sebagai seorang muslim setelah berpuasa satu bulan penuh yaitu rasa gembira menyambut datangnya Idul Fitri. Ied berarti sesuatu yang terus berulang , dan Fithri berarti keadaan kembali lagi berbuka, alias tidak berpuasa. Bahkan Rasulullah mengisyaratkan bahwa dianjurkannya untuk menunjukkan rasa bahagia, dan semangat pada dua hari raya.

"Sesungguhnya Allah telah mengganti untuk kalian dua hari yang lebih baik dari dua hari raya itu; idul fithri dan idul adha" (HR. Ahmad no: 12006).

Namun, secara personal menyambut datangnya bulan Syawwal sebenernya membuat sedih, karena diri ini sadar sesadarnya kalau diri ini masih membutuhkan ramadan, bulan yang sungguh mulia dan penuh ampunan. Melepaskan ramadan selalu sambil merayu dalam hati supaya Allah masih memberikan ijin untuk berjumpa di ramadan berikutnya. Ditambah ramadan tahun ini bisa kembali lagi merasakan untuk sholat tarawaih di masjid untuk beberapa kali, dan bisa merasakan sholat Idul Fitri di masjid setelah 2 tahun tidak merasakan itu dikarenakan pandemic.

Alhamdulillah... Alhamdulillah...Alhamdulillah...
Allah Maha Baik.

Semoga kita dari setiap kita, terkhususnya umat muslim bisa mengambil arti ramadan dan idul fitri dengan cerita-nya masing-masing. Walaupun terkadang ada hal-hal yang mungkin tidak ada kelengkapannya, but Yes... kita punya Allah yang selalu tau dan paling tau apa yang terbaik untuk kita bukan :") 

Selamat idul fitri yang mungkin merayakannya tanpa kedua orang tua lagi, atau dengan orang tua yang tidak lengkap.
Selamat idul fitri yang mungkin masih merayakannya jauh dari keluarga karena masih dalam perantauan.
Selamat idul fitri yang mungkin masih dalam keadaan yang masih bersitegang dengan keluarganya.
Selamat idul fitri yang mungkin tidak bisa puasa penuh karna sakit.
Selamat idul fitri yang mungkin hanya dia yang seorang muslim di keluarganya.
Selamat idul fitri yang mungkin hingga saat ini masih terus berusaha belajar and meyakinkan terus nikmatnya berislam. 
Selamat idul fitri untuk yang selama sebulan penuh membantu menyiapkan makanan berbuka dan sahur dan membersihkan kembali setelah semuanya.

Eid Mubarak!
Semoga Allah terima ibadah puasa kita dan segala amalan baik kita, serta Ia izinkan untuk bertemu di ramadan dan Eid berikutnya Aamiin Allahumma Aamiin.

Love,

Novita

Friday, 8 April 2022

Kenapa Islam?

Sesuai dengan judul pastinya "kenapa islam?", tapi sebelumnya kalau kalian baca ini. Coba pernah bertanya ga "Kenapa islam?" tentunya jawab dalam hati saja dan cukup itu menjadi personal antara Allah dan kamu yang tahu. Pastinya kalau kalian seorang muslim juga hehehe.

Sebenernya gue menulis ini karna tanggal 15 Maret lalu akun yang cukup update tentang informasi seputar islam yaitu @muslim share video TikTok yang dia reshare di akun instagramnya tentang seorang perempuan yang memutuskan convert to islam dari agama dia yang sebelumnya which is Catholic. Btw kalo mau liat videonya, mungkin setelah kalian baca ini akan gue sertai link-nya.

Sebenernya setelah gue liat video itu gue jadi merasa liat gue 5 tahun yang lalu. Yuppp... gue juga belum lama memeluk islam, menurut kalian lama atau ga 5 tahun? you decide hehe. 5 tahun dibandingkan dengan orang-orang yang sudah lama memeluk islam, dan sungguh-sungguh mengenal agama ini, mungkin ilmu yang gue punya bukan apa-apa :") setiap hari gue masih terus belajar.

Yup mungkin berangkat dari sini untuk "orang yang mau" belajar islam dan belum memutuskan untuk memeluk islam. Mereka pasti akan melihat islam itu agama yang ribet dan menyusahkan, menyusahkan untuk melakukan yang dilarang Allah juga pastinya hehehe. Harus sholat 5 waktu, harus puasa sebulan penuh di ramadan, dll.

Tapi coba lihat secara sains dan garis besar. Apa yang dilarang Allah itu pasti untuk kemaslahatan (berguna) manusia. Apa yang tertulis di dalam Al-Quran juga bisa dibuktikan 80 persen dalam ilmu pengetahuan. Itu kenapa Islam menjadi agama yang sangat menjungjung tinggi bukti, asbab, dan hal-hal yang mendukung hal-hal yang mungkin kita pertanyakan sehari-hari. Salah satu faktor yang membuat gue secara personal juga akhirnya memilih memeluk agama ini. Islam juga membuat kita benar-benar tau tujuan kita di bumi ini apa. 

Berangkat dari alasan gue tadi menulis ini karna melihat video TikTok perempuan itu, namanya Ayline Contreras. I don't know her of course, but my prayer goes for her exactly. Semoga Allah mudahkan yang mashaAllah telah menjadi pilihan Allah ini, Allah mudahkan menjalankan ramadan pertamanya, Allah mudahkan belajar islam lebih lagi. 

Karna untuk orang yang memutuskan untuk memeluk islam, pasti... pasti akan dijauhi keluarga yang tidak mau menerima keputusan tersebut, ada sebagian teman-teman yang mulai mempertanyakan atau menjauhi perlahan itu ada, pasti.

Tapi satu hal yang pasti, semua hal duniawi itu akan Allah ganti dengan hal yang lebih baik. Apalagi kalau keputusan pindah agama itu didasari oleh keputusan sendiri, dan belajar. Yes kata kunci belajar.

Gue juga secara personal bukan orang yang kaku ngebahas tentang diskusi interfaith gini, karna gue juga memeluk islam pada akhirnya karna begitu banyak pertanyaan di kepala gue mengenai interfaith tersebut. Kenapa "belajar" menjadi kata kunci karna dengan begitu setelah masuk islam mental kita ga akan melempem. Kita ga akan lemah ketika banyak orang mencap islam agama teroris, islam agama yang menyusahkan, islam agama yang b x y z.

Kalau dari antara teman-teman yang baca ini sebagai "new comer" , may Allah make you easier with this spiritual journey, bless you and protect you. Karna di depan pastinya akan selalu penuh ujian, pasti. Tapi kalau semua dijalankan karena Allah, inshaAllah Allah memberikan perlindungan. Ask Allah for His guidance always always... Ketika Nabi Muhammad (pbuh) selalu meminta itu kepada Allah, lalu siapa kita yang hanya manusia biasa tidak meminta?

Untuk teman-teman yang masih dalam proses belajar islam, semoga Allah mudahkan, tidak hanya Allah mudahkan dalam belajar tapi juga Allah beri kemantapan hati untuk memeluk agama-Nya ini, semoga Allah berikan begitu dekat hidayah tersebut. Karna ketika Allah sudah begitu banyak memberi petunjuk, selebihnya kita mau menjemput hidayah tersebut atau tidak. Ga ada yang mustahil kan, wong Deddy Corbuzier aja memutuskan memeluk islam di usia 40an tahun kan :)

Semoga kelak gue bisa berani seperti Ayline sharing tentang islam itu sendiri lebih lagi, salut buat Ayline menjadikan pembicaraan topik convert to islam bukan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Karna biasanya gue selalu tipis-tipis membicarakannya lewat tulisan atau ketika ada orang yang bertanya secara personal pasti dengan senang hati akan gue jawab.

Satu lagi yang perlu diingat mungkin Muslim is not perfect but Islam is. Jadi ketika ingin belajar islam itu sendiri niatkan karena ingin belajar dan Allah itu sendiri. Tidak perlu menjadi manusia yang sempurna terlebih dahulu. Even me, I'm still working on it and may the syahadah itself always in our heart Aamiin ya Rabb.

Ramadan Mubarak folks! Selamat menjalankan ibadah puasa 💜

Klik disini untuk referensi : https://www.instagram.com/reel/CbFxR8xrWzo/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Islam is just too fascinating, too huge, and perfect, so it can't be compared.

Thursday, 31 March 2022

What Do You (me) Expect in 2022 ?

It's been so long.

Yup, akhirnya mulai menulis di blog lagi, kadang gue juga sampe mikir. Masih ada ga sih orang yang suka nulis di blog? Terakhir sebelum memulai menulis kembali disini melihat tulisan terakhir itu 6 Desember 2019 yang judulnya "Sebuah Pemikiran Saat Bertambahnya Usia". Yup, 2 tahun lebih waktu yang cukup lama untuk ga menulis apapun disini.

Biasanya untuk menumpahkan semua isi pikiran yang banyak, lebih nyaman disini. Karna menulis gue selalu merasa lebih jujur dan lepas. Perlahan berusaha untuk menemukan ritme itu kembali. Harusnya disini bisa menjadi saksi gimana rasanya 2 tahun belakangan ini, tapi sayang ternyata tempat biasa bercerita tidak menjadi pilihan selama 2 tahun lebih yang berat (well... maybe) walaupun sesekali suka berkunjung untuk membaca ulang tulisan sendiri. Yup, salah satu hal yang selalu suka membuat gue menulis karna gue adalah tipekal orang yang suka baca ulang tulisan sendiri, karna tulisan juga bisa menguatkan buat gue secara personal.

Apa yang terjadi 2 tahun belakangan ini mungkin ga akan cukup untuk satu chapter untuk ditulis dipermulaan. Tapi satu hal yang pasti banyak pelajaran yang gue ambil sebagai seorang hamba selama 2 tahun belakangan ini, I have to say that "If you don't learn something for all of these, you're stupid Nov." 

Yes, I am who I am. 

Tahun ini yang pastinya masih dalam kondisi pandemic, dengan setiap orang yang punya perjuangannya masing-masing di masa-masa sulit ini yang selalu gue harapkan untuk selalu dalam keadaan sehat. Sehat itu investasi awalan yang menurut gue kita perlukan untuk memulai suatu apapun. I learned so much the real definition of health itself from my parents. And I don't even wanna do what they did in their young age. I have to say it was non sense and stupid (sorry pah and mah but that's true). I was thinking that I could told to both of you in directly, probably you will slap me lol -___-

Ingin berdoa dan ibadah lebih kenceng lagi, bekerja lebih kencang lagi. I want to make more US dollar and ringgit (walaupun ga tau juga kapan kaya-nya, berharap bisa dalam waktu 2 tahun punya uang di rekening 500 M gitu lol). Belajar lebih kencang lagi yes.., sejak pandemic gue jadi makin rajin baca jurnal ataupun bahasan terkait COVID-19, to do more re-check over and over again, mungkin pada dasarnya juga dari latar belakang science jadi berpikir kritis untuk selalu mempertanyakan sesuatu itu sebelum memastikan itu benar adanya seperti sudah menjadi kebiasaan buat diri gue sendiri atau emang anaknya aja yang penasaran emang he he he.

Tahun ini juga pengen belajar bahasa arab harusnya, we'll see folks! Tahun lalu juga bisa baca 20 buku, harusnya tahun ini bisa meningkat dari 20 buku atau setidaknya konsisten. Kalo kamu lagi baca ini yuk mulai baca buku dari mulai tema yang disukain aja dan dimulai dari 10-30 halaman per hari gue rasa ga berat. Scrolling main instagram bisa banyak banget tuh waktu, masa baca buku 10 halaman ga bisa folks :") yukk!

Mungkin kalo dijabarin untuk kemauan secara personal emang ga akan ada habisnya yaaaa, banyakkkk.... banyakkk.... emang dasar manusia banyak maunya.

Satu hal yang pasti gue akan tetap kencang bersuara tentang social injustice and climate injustice di sosial media gue, begitu juga bersuara tentang Palestine semampu gue. Kedua isu ini selalu konsisten ingin terus gue suarakan, kalau ada yang follow gue di instagram mungkin kalian tahu ini. Sampai kapan? sampai gue capek maybe, not sure. Kapan gue capek? Sampai gue berhenti mikir sepertinya.

Salah satu update kondisi terparah dari lingkungan dan krisis iklim yaitu bahwa ditemukannya mikroplastik dalam darah manusia untuk pertama kalinya. This's not joke folks! :") Bisa baca lebih lanjut disini : https://www.theguardian.com/environment/2022/mar/24/microplastics-found-in-human-blood-for-first-time


So, What do you (me) expect in 2022 ?

I thought the best answer for all of these are work in progress!
And after more than 2 years... I'm here... here I am. 

Seeyaaa in the next writings inshaAllah.

“My heart is at ease knowing that what was meant for me will never miss me and that what misses me was never meant for me.” Umar ibn Al-Khattab

Friday, 6 December 2019

Sebuah Pemikiran Saat Bertambahnya Usia

8 November 2019 lalu, usia saya menginjak 26 tahun. My self reflection on my birthday for every year's still the same, just want being useful person that I can be and full of syukur. Untuk bisa bertahan sejauh ini bukan hal yang mudah. Life without parents anymore sometimes made me ask to  my self, what I'm working too hard for. It was'nt easy. Tapi apakah dunia akan berhenti berputar jika terus berkutat dengan semua pemikiran itu? jawabannya tidak sama sekali. Hidup terus berjalan dengan kehendakNya. Pertemanan semakin sempit, I prefer with deep conversation (bukan berarti tidak bisa bercanda), rasanya bukan saatnya lagi memulai percakapan, bertemu dan menghabiskan waktu tanpa adanya manfaat, apalagi jika isinya membicarakan kehidupan orang lain atau bahkan sampai keburukan orang lain. I'm not interested at all. I hate that. 

A few weeks ago, my bestie who I really respect about, asked me "what are you doing until you can be independent like nowadays? Life overseas and have no siblings there" . Sejujurnya pertanyaan ini sendiri tidak ada jawabannya, karena saya sendiri juga tidak tahu jawabannya, because actually I'm not independent at all. Mungkin keadaan membuat harus seperti itu. Namun ada satu hal pasti yang mungkin sering terlupakan dari setiap kita, bahwa setiap orang punya porsinya masing-masing, punya tantangan kehidupannya masing-masing. 

Semakin bertambahnya usia, rasa khawatir akan masa depan pasti akan selalu datang menghantui. And,  am i worried about my future? Of course I did. But before I was extremely worried and anxious about my future. It's like i don't know what I'm gonna do with my life, in terms of my career but I think it's normal, it's so normal. Especially during that age period, and I thought every one of us felt that. 

Tapi saya banyak belajar dari situ. Belajar bahwa menghabiskan banyak energi untuk mengkhawatirkan akan masa depan justru tidak ada gunanya sama sekali. What i'm saying is, it's better to focus do what u do now, because it's better to actually work on yourself to have better future. 

And, the last but not least, but I think this is very important and big one for me as well, to stop trying to control things that you have no control over. Jadi apa yang membuat kita khawatir adalah bahwa kita mencoba untuk berusaha memegang kendali akan masa depan kita. So stop, it's not your job. Your job is to work on your self. Let's Allah handle the future, don't destroy your today, trying to control your tomorrow. That's a huge mistake that I my self have been guilty of doing. Saya berharap siapapun yang sedang membaca ini juga bisa belajar dari kesalahan yang saya lakukan. 

Sibukkan dirimu untuk menghargai apa yang sudah kamu capai hingga saat ini, daripada mengkhawatirkan apapun yang belum atau bahkan tidak kita punya sama sekali. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, always! 

If you still standing today after all of the things that you've went through in your life, idk how many years you have with you. I have 26 years. I have gone through life and I have overcome single struggle. If I can still here today, then inshaAllah I can go even further. Kamu lebih kuat, tangguh dan berani dari apa yang kamu pikirkan. All is well. Everything is gonna be ok. 

And, It's like the quote by Ibn Qayyim that I really love "jangan merasa khawatir dengan hidup ini, karena hidup ini untuk Allah, dan jangan khawatir mengenai rezeki, karena rezeki itu berasal dari Allah. Dan jangan merasa gelisah tentang masa depan, karena masa depan itu ada di tangan Allah. Ingatlah satu hal, yaitu tentang bagaimana membuat Allah senang. Karena jika kamu membuat-Nya senang, maka Dia juga akan membuatmu senang, memenuhi dan mencukupi kebutuhanmu". MashaAllah. 

Just focus on one thing only. Please Allah and inshaAllah everything will be fine. Jum'ah mubarak everyone. 

Wednesday, 16 October 2019

Surat Cinta Untuk Sahabat


Dear Ika Octariyani Safitri, selamat memasuki usia seperempat abad lebih satu tahun.
Selamat terus bertumbuh menjadi perempuan yang cantik dan bijaksana dalam segala hal.
Terus lah menjadi sosok yang lembut hati nya, menginspirasi dan membagikan manfaat bagi orang-orang sekitar.
Terus lah menjaga semangat dalam mengejar mimpi-mimpi mu. Lelah, pasti. Tapi semoga menjadi lillah yaa mbak.



Setelah hari-hari ini, dengan masa depan yang kadang semakin penuh dengan pertanyaan. 
Semoga harapan itu tetap selalu terjaga dengan niat-niat yang tulus dari hati.


Selalu yakin lah, bahwa kebaikan akan selalu menyertai setiap niat tulus dan langkah mu.
Selalu yakin lah bahwa rasa syukur akan terus memberi kenikmatan yang luar biasa
Selalu yakin lah bahwa fase menerima sepenuhnya tentang apa yang sudah digariskan Allah membuat penerimaan itu menuju rasa yakin.

Yang ini, abis foto langsung minta nomer wa ya kan mbak bapaknya wkwk

Semoga apa-apa yang menjadi asa mu terengkuh, apa-apa yang menjadi mimpi mu kelak menjadi nyata. Terus lah memeluk asa dan mimpi itu.
Barakallahu fii umrik mbak sayang. Semoga keberkahanNya selalu bersamamu


Terakhir, terima kasih selama ini selalu menjadi sahabat yang baik
Terima kasih karena selama ini selalu menguatkan dan mendukung setiap langkah yang berat dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini.
Terima kasih selalu menasehati dan mengingatkan dengan tulus

Maaf belum bisa menjadi sahabat yang baik, tapi percaya lah mbak doa selalu terhantar walaupun jarak kita selalu memisahkan. Allah akan selalu bersama orang baik seperti mu

Aku menyayangimu karena Allah mbak :”) hehehe. Jaga kesehatan sesibuk apapun yaaa
________________________________________________________________________________

Nah, ini yang ini bonus tambahan yaaaaa hahaha. Love u to the moon and back mbak 💙

"Hmmm sepertinya aku ingin nambah es krim lagi"

ngapain mbak? wkwk

"Jijik tau aku nengoknyaaa"

Saturday, 20 July 2019

Dimana kamu ?

Kenapa rasanya sulit sekali menggunakan akal saat merindu?
Melayang pikiran ini menembus akal sehat
Lalu tidak lupa aku selalu berkata pada diriku sendiri untuk selalu waras
Sesempit apapun itu
Selapang apapun itu
Harus...

Aku tahu
Aku semakin sadar
Bahwa kebebasan memilih pun semua tertuju pada hati dan tanganmu
Mencoba membuat semua mengerti dengan pendirian yang terlihat semakin menunjukkan keinginannya
Terkuasa
Dikuasai
Menguasai

Dimana kamu?
Dimana kamu, ego.