Friday, 19 May 2017

Curhat Random

Ini gatau kenapa tiba-tiba pengen nulis ini. Ini sih isinya curhat banget sih sumpah...
Jadi ceritanya gue baru aja masukin artikel baru gue disalah satu konten media yang gue baru join di media baru ini.

Nah iseng-iseng gue melipir lah ke konten media yang biasa gue nulis artikel dan konten media yang biasa gue suka nulis. DANNNNNNNNNN (oke ini lebay, kaya gue lg manggil orang sambil teriak aja-__-) tapi beneran di jam segini yang tadinya gue udah semaput karna ngantuk dan belum tidur gue jadi melek.

Karna gue sedih. Gue sedih ternyata konten media yang selama ini gue nulis artikel secara ga langsung tanpa gue sadari selama ini mendukung LGBT ya Allah, gatau sih gue harus bilang dan punya pemikiran 'ah yaudah intinya kan gue nulis yang baik dan tau hanya sekedar yaaa...' tapi jujur gue malah jadi gimana gitu wkwkwkwk -___- dan ini nih pagi ini juga pas gue buka salah satu akun gue suka nulis pas gue search kategori whaatttttt ada hashtag #lgbt beneran ini tuh tadinya gak ada....! lagi lagi gue lebay -__-
Tapi why gitu? I mean, secara ga langsung kedua media ini mendukung gitu adanya itu, dan masalahnya walopun gue ga dukung tapi gue berkontribusi mengisi isi pikiran gue di media itu gituuuu :D


wkwkwkwkwk. abis ngetik ini gue sedih sambil ketawa ga jelas gitu -______- subhanaAllah hmmm

Wednesday, 19 April 2017

SKIZOFRENIA (It's okay it's love)

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul pada saat dewasa muda, dengan prevalensi semasa hidup secara global sekitar 0,3% – 0,7%. Diagnosis didasarkan atas pengamatan perilaku dan pengalaman penderita yang dilaporkan (Wikipedia, 2017).
***
Apa yang lo lakuin ketika lo tau akan di diagnosis penyakit diatas oleh psikiatrik? Hmmm mungkin akan sedikit membingungkan ketika lo di diagnosis punya penyakit yang lo sendiri ga bisa lo rasain sendiri sakitnya seperti apa. Yup, skizofrenia. Mungkin ga banyak orang tau penyakit ini. Awalnya gue juga bingung dengan penyakit ini. Somehow, suprisingly seketika gue jd banyak belajar tentang penyakit. Gue jd tiba tiba mikir, why? Bisakah smua orang merasakan ini jika rasa sakit yang kata kasarnya ini “cacat mental” berasal dari pengalamanlo di masa lalu. Trus kalo seseorang itu mengalami itu trus salah siapa? Salah orangnya kah? Salah masa lalunya kah yang membuat timbulnya penyakit ini? no! Its stupid.

Ketika di diagnosis memiliki penyakit ini, lalu muncul dalam benak. Akan adakah sebuah penerimaan?

Berawal bertemu, kemudian mengenal lebih dekat, lalu lebih jauh mengenal. Bahkan sampai pada di titik tidak ada lg yg ditutupi. Lalu kalo pada waktunya orang yang lo sayang lo tau mengidap skizofrenia, apa lo akan mudah diterima gitu aja gitu sama orang yg lo sayang? Its not easy, belum lagi lo akan mengalami penolakan dari keluarga orang yg lo sayang, yang tadinya lo seperti mutiara ketika mereka tau lu mempunyai kekurangan apa mereka bakalan nerima gitu aja? Ini bukan mereka, lebih tepatnya orang yang lo sayang. Exactly, how much you pretend to smile but its really fakes you know. Kadang gue mikir, trus apa solusi dari semua ini???
***
Penyebabnya masih belum pasti. Umumnya dianggap terkait dengan lesi pada otak serta masalah genetika dan psikologis. Beberapa studi menemukan bahwa struktur otak dan sistem saraf pusat dari pasien skizofrenia, seperti yang ditunjukkan pada gambar hasil pemindaian, berbeda dengan orang normal pada umumnya. Selain itu, sekresi dopamin, neurotransmitter di otak, dari pasien skizofrenia lebih tinggi daripada orang normal pada umumnya (Schizpfrenia, 2016)
***
Penerimaan, penerimaan oleh orang yang lu sayang, mungkin itu bisa jadi solusi. Dan dari studi semua kasus, penyakit ini hanya bisa disembuhin oleh orang yang benar benar bisa jaga lo dan menyayangilo dengan tulus. Tulus? Trust me, in this time its really hard to find it. May I? Lalu apa? Keduanya kelak bisa saling mengobati trauma masing masing. Trauma? (Yes, I've got too, but everyone don’t know what kind of my traumatic until now. Should I go to psiciatric again?) , kelak mungkin seseorang akan sadar kalo mereka semua punya titik kejiwaan yang sebenarnya bisa mereka obati dengan cara mereka sendiri.
Lalu ketika keyakinan untuk sembuh ada, bukan dari berasal dari diri sendiri, tp berasal dari orang-orang yg lo sayang, karna kelak akan ada begitu banyak yang harus dikorbankan karna hal ini semua. Penerimaan. Dari sana kelak ketulusan akan menghantarkan kebaikan. Cinta bukan perkara senang, tapi perkara menerima masa lalu, ini kayaknya agak sedikit berat. Tp kira kira begitu kalimatnya, karna kelak menerima kekurangan dan kelebihan kemudia menyatukan kedua keluarga yang menerima dengan tulus itu tidak mudah.
Skizofrenia, diagnosis penyakit ini rasanya membuat pikiran ini berenang-renang, entah ingin lari kemana. Sembuh hanya dengan penerimaan yang tulus, lalu obat hanya menjadi kamuflase. What i’ve supposed to do??? Nothing, saling menerima kelak. Lalu kalimat itu pun akan keluar dengan sendirinya dengan ketulusan, its okay its love.

***
Intinya, skizofrenia, yang didiagnosis dengan waktu 3 hari dalam 16 episode, it’s make me wondering about something in real life with this korean drama. Yup, Its okay Its love, serial drama korea yang abis gue tonton tentang skizofrenia dan berbagai gangguan penyakit traumatik lainnya.
***
Ketika angin bertiup, biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Ketika perasaan kerinduan datang,
Biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Sakit akan datang.
Ini akan tinggal dan hidup
Ini akan hidup kemudian pergi
***
By the way, hari ini pemilu. Semoga hari ini dapat berjalan dengan lancar, semua dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik (insyaAllah). Kelak siapapun yang menang, semoga negeri tercinta ini menjadi damai, dan yang diamanatkan menjadi pemimpin pun bisa amanah Aamiin allahumma aamiin. InsyaAllah, apapun hasilnya Allah Sang Maha Tahu. Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Aamiin ya RAB.

Sunday, 16 April 2017

Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...

Asyiqah Billah...

Saturday, 11 February 2017

Tuesday, 20 December 2016

Bertemu Teman Seperjuangan

Bismillah...

Bahkan ketika memulai percakapan ini pun aku yakin sudah menjadi skenario Allah SWT, dengan tujuan untuk saling menguatkan...

Me : Assalamualaikum kak
Me : Kak, aku mau nanya boleh?

X : Waalaikumsalam
X : Boleh

Me : Makasih ya kak udah bales:)
Me : Alhamdulillah kak, aku termasuk orang yang sering mengikuti perkembangan kakak
Me : Aku mau nanya kak gimana caranya kakak bisa taft menjadi seorang mualaf
Me : Jadi kak, aku udah satu tahun lebih belajar perbandingan agama dan akhirnya 2 bulan yang lalu memutuskan untuk convert. Ga bisa dipungkirin kak, pertentangan dari keluarga yang sangat berat:( gimana sampe kak .... bisa taft kak?
Me : Belakangan ini udah mulai terasa sekali kak aku perjuangan menjadi seorang mualafnya terutama dari keluarga yang non muslim
Me : Maaf ya kak panjang banget

X: Alhamdulillah bisa ketemu temen seperjuangan
X : Keadaan yg aku alamin sama kok
X : Keluarga ku juga termasuk keluarga yg kuat banget agamanya
X: Jadi pas aku bilang aku mutusin untuk memilih jalan islam, mereka langsung ga terima dan nangis2 minta aku buat tobat dan kembali ke jalan yg benar
X : Sampe sekarang pun aku masih sulit berkomunikasi dengan ortuku
X : Walaupun udah lebih membaik tapi tetep aja ga akan pernah sama kayak dulu
X : Tapi aku kembali mikir alasan aku untuk memilih jalan ini
X : Yaitu bahwa aku percaya ini adalah jalan yg paling benar dan bawa aku lebih dekat pada sang pencipta, Allah SWT
X : Dari awal tujuan ku belajar soal agama juga itu
X : Untuk jadi lebih dekat dan at least tau apa sebenernya tujuan aku ada di bumi ini
X : Jadi tentangan dari sekeliling ga buat aku lempem, karena aku ingat tujuan awal aku apa


Me : Bingung mau bales apa kak, speechless
Me : Iya kak, jujur kalo  keluarga aku udah banyak yg campur kak
Me : Tapi tetep aja karna aku tumbuh besar di lingkungan keluarga yg non muslim dan biaya oleh mereka, yg buat aku beberapa waktu lalu sedih semua hal itu diungkit (ngetik ini langsung ngebayangin pulang ke Medan ga dibukain pintu -__-)
Me : Yg aku tau, aku gabisa lagi untuk ga nerima hidayah ini dari Allah, aku gabisa lagi memungkiri kebenaran" yg ada dalam islam. Yg aku lalukan cuman berusaha jujur dan apa adanya dengan keadaan hati aku
Me : Selama ini aku mikir, apa yg aku cari dalam hidup? Tujuan aku hidup itu untuk apa sebenernya? Sampai pada akhirnya aku bisa menemukan semua jawaban itu dalam islam kak
Me : Iya kak bener, kita harus inget sama tujuan awal kita untuk apa sebenernya dalam hidup ini
Me : Tapi kadang tetep aja kak suka bener-bener sedih kalo harus inget keluarga tidak bisa menghargai keputusan yg aku ambil kelak
Me : Jadi kak kalo boleh tau, kakak sejak convert belum ada balik ke jakarta kah kak?

To be continued...

#Abis ngetik ini pengen langsung ta'aruf aja rasanya, hadeeh -___- #LOL




"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku" (Thaha :14)

Friday, 16 December 2016

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
(QS: Al Kahfi: 17)