Rabu, 19 April 2017

SKIZOFRENIA (It's okay it's love)

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul pada saat dewasa muda, dengan prevalensi semasa hidup secara global sekitar 0,3% – 0,7%. Diagnosis didasarkan atas pengamatan perilaku dan pengalaman penderita yang dilaporkan (Wikipedia, 2017).
***
Apa yang lo lakuin ketika lo tau akan di diagnosis penyakit diatas oleh psikiatrik? Hmmm mungkin akan sedikit membingungkan ketika lo di diagnosis punya penyakit yang lo sendiri ga bisa lo rasain sendiri sakitnya seperti apa. Yup, skizofrenia. Mungkin ga banyak orang tau penyakit ini. Awalnya gue juga bingung dengan penyakit ini. Somehow, suprisingly seketika gue jd banyak belajar tentang penyakit. Gue jd tiba tiba mikir, why? Bisakah smua orang merasakan ini jika rasa sakit yang kata kasarnya ini “cacat mental” berasal dari pengalamanlo di masa lalu. Trus kalo seseorang itu mengalami itu trus salah siapa? Salah orangnya kah? Salah masa lalunya kah yang membuat timbulnya penyakit ini? no! Its stupid.

Ketika di diagnosis memiliki penyakit ini, lalu muncul dalam benak. Akan adakah sebuah penerimaan?

Berawal bertemu, kemudian mengenal lebih dekat, lalu lebih jauh mengenal. Bahkan sampai pada di titik tidak ada lg yg ditutupi. Lalu kalo pada waktunya orang yang lo sayang lo tau mengidap skizofrenia, apa lo akan mudah diterima gitu aja gitu sama orang yg lo sayang? Its not easy, belum lagi lo akan mengalami penolakan dari keluarga orang yg lo sayang, yang tadinya lo seperti mutiara ketika mereka tau lu mempunyai kekurangan apa mereka bakalan nerima gitu aja? Ini bukan mereka, lebih tepatnya orang yang lo sayang. Exactly, how much you pretend to smile but its really fakes you know. Kadang gue mikir, trus apa solusi dari semua ini???
***
Penyebabnya masih belum pasti. Umumnya dianggap terkait dengan lesi pada otak serta masalah genetika dan psikologis. Beberapa studi menemukan bahwa struktur otak dan sistem saraf pusat dari pasien skizofrenia, seperti yang ditunjukkan pada gambar hasil pemindaian, berbeda dengan orang normal pada umumnya. Selain itu, sekresi dopamin, neurotransmitter di otak, dari pasien skizofrenia lebih tinggi daripada orang normal pada umumnya (Schizpfrenia, 2016)
***
Penerimaan, penerimaan oleh orang yang lu sayang, mungkin itu bisa jadi solusi. Dan dari studi semua kasus, penyakit ini hanya bisa disembuhin oleh orang yang benar benar bisa jaga lo dan menyayangilo dengan tulus. Tulus? Trust me, in this time its really hard to find it. May I? Lalu apa? Keduanya kelak bisa saling mengobati trauma masing masing. Trauma? (Yes, I've got too, but everyone don’t know what kind of my traumatic until now. Should I go to psiciatric again?) , kelak mungkin seseorang akan sadar kalo mereka semua punya titik kejiwaan yang sebenarnya bisa mereka obati dengan cara mereka sendiri.
Lalu ketika keyakinan untuk sembuh ada, bukan dari berasal dari diri sendiri, tp berasal dari orang-orang yg lo sayang, karna kelak akan ada begitu banyak yang harus dikorbankan karna hal ini semua. Penerimaan. Dari sana kelak ketulusan akan menghantarkan kebaikan. Cinta bukan perkara senang, tapi perkara menerima masa lalu, ini kayaknya agak sedikit berat. Tp kira kira begitu kalimatnya, karna kelak menerima kekurangan dan kelebihan kemudia menyatukan kedua keluarga yang menerima dengan tulus itu tidak mudah.
Skizofrenia, diagnosis penyakit ini rasanya membuat pikiran ini berenang-renang, entah ingin lari kemana. Sembuh hanya dengan penerimaan yang tulus, lalu obat hanya menjadi kamuflase. What i’ve supposed to do??? Nothing, saling menerima kelak. Lalu kalimat itu pun akan keluar dengan sendirinya dengan ketulusan, its okay its love.

***
Intinya, skizofrenia, yang didiagnosis dengan waktu 3 hari dalam 16 episode, it’s make me wondering about something in real life with this korean drama. Yup, Its okay Its love, serial drama korea yang abis gue tonton tentang skizofrenia dan berbagai gangguan penyakit traumatik lainnya.
***
Ketika angin bertiup, biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Ketika perasaan kerinduan datang,
Biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Sakit akan datang.
Ini akan tinggal dan hidup
Ini akan hidup kemudian pergi
***
By the way, hari ini pemilu. Semoga hari ini dapat berjalan dengan lancar, semua dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik (insyaAllah). Kelak siapapun yang menang, semoga negeri tercinta ini menjadi damai, dan yang diamanatkan menjadi pemimpin pun bisa amanah Aamiin allahumma aamiin. InsyaAllah, apapun hasilnya Allah Sang Maha Tahu. Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Aamiin ya RAB.

Minggu, 16 April 2017

Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...

Asyiqah Billah...