Senin, 19 Juni 2017

Senja dan Langit

Kau tau kenapa aku menyukai senja?
Senja tidak pernah membenci matahari terbenam walau dia ingin melarang
Senja selalu ingin sore tapi dia tidak pernah mengeluh ketika datangnya pagi

Yang aku lihat semua mata meragukan senja
Padahal senja baik, amat baik
Semuanya terlihat hanya ingin meraih langit

Langit? Iya langit.
Padahal langit itu kamuflase
Kamuflase? Iya kamuflase
Coba lihat. Terlihat luas kan? Terlihat bisa diraihkan?
Itu lah langit
Karna langit tidak pernah menjelaskan dirinya tinggi dan luas

Jumat, 09 Juni 2017

#14 Ramadhan

Membayangkan tentang kedepan lo harus seperti apa dan menjadi apa kadang akan membuat gue berpikir keras. Belakangan ini gue suka nangis sendiri karna orang-orang terdekat gue mulai bertolak belakang sama gue. Lagi lagi dan lagi gue cuman bisa menumpahkan kekesalan gue di diri gue sendiri dan mikir apa gue salah? Tapi yasudahlah. Terus gue mikir gue ga salah, pasti jalannya emang bakalan kaya gini :D so harus happy dong....

Kata siapa gue ekstrovert? Sejak gue di jakarta kerjaan gue di kamar mulu cooyyyy... Kecuali kalo emang gue pergi ke lingkungan yg baru. Biasanya gue akan milih dan bilang 'oke. Gue keluar'. Kadang lingkungan yg baru buat gue nyaman. I mean, gue lebih bisa ngubah apa yg kadang selama ini jd sudut pandang gue yg kadang selama ini salah, dan biasanya feeling dengan apa yg gue liat biasanya bener. Contohnya dengan kehidupan para mualaf di salah satu mualaf center di masjid tempat gue syahadat. Dan kenyataannya lagi lagi apa yg gue liat dan feeling gue bener. Keindahan di luar padahal di dalam ada yg lebih menyakitkan. Makanya kadang gue suka ngumpul sama mereka, gue pengen tau. Duh kenapa sih sifat kepo gue ini ga bisa ilang dari dulu. Dan dari sini gue jd banyak belajar mengenai yang katanya 'harusnya sperti ini' tp lo gabisa berbuat apa apa. Terus lo lebih milih diam, ga bisa keluar dan ga berani ngomong lg :D wkwkwk lucuuuu...

Belum lg yg tiba tiba temen sma gue yg ngechat personal gue di ig
'novita anak sma 58 atau smp 9?'
Gue jawab 'anak 58' (gue smp di medan keles -_-)
'bukannya dulu kristen yaa? Kenapa pindah agama? Karena nikah?'
Setau si temen sma gue ini, sebut saja namanya Mr. X pinter dan waktu sma dia termasuk orang yg kritis kalo di kelas agama, soalnya gue ga pernah sekelas kecuali kelas agama :D btw gue dulu agama kristen ga pernah remedi lohhhhh wkwkwk. Sampe" parker pernah bilang 'sis, bingung gue kok lo ga pernah remed sih agama' soalnya parker sering remed agamaaaaa hahahahahahaha. Maap brada gue bongkar aib lo wkwk. Padahal serius ya agama mah itu itu aja diulang dari lks, dienya aja yg males kalo agama. Kalo fisika baru rajin -_-
Waaah jd inget masa masa sma kan hihihi. Nah terusnya temen sma gue ini gue jawab aja 'belum nikah, baru lulus februari kemaren'
Terus dia bilang 'trus kenapa pindah?' gue jawab dengan santai 'karna belajar hehe'
Terus tiba tiba dia nanya gue bertubi tubi
'oke gue tanya kalo gitu. Kenapa kristen dibilang kafir? Kenapa muslim ga boleh ngucapin selamat natal? Kenapa....' panjang dah pokoknya

Trus gue cuman bilang 'maap yaa..., dalam islam kalo bisa menghindari perdebatan. Kecuali apapun jawaban dari kita saling menghargai' trus dia jawab 'iya gue. Akan terima jawaban apapun dari lo'

Jujur sbnernya gue gamau jawab ngomong kaya gt wkwkwk.
Yaudah akhirnya gue jawab aja kenapa yg bukan beriman disebut kafir dan kenapa muslim ga boleh ngucapin selamat natal. Gue gabisa bicara banyak karna udah mau iftar. So, gue yg mengakhiri. Karna kalo ga bakal panjang karna dia nerus nanya dan yg menurut gue udh lebih privasi. Its make me wondering something. Tp udh tugas gue harus jawab. Karna kalo gak akan jd tanggung jawab gue di akhirat (al mulk)

Ramadhan 14 ga kerasa udh sampe sejauh ini. Dan akan banyak yg kelihatan di diri kita semakin mendekati 10 hari terakhir bulan ramadhan ini. Jadi gue rasa dengan gue mutusin untuk kadang satu dua harian ga megang hp lebih bagus buat saat ini, di rumah aja ga kemana mana kadang lebih baik buat gue, gue baru sadar terntata pernyataan yg bilang 'setelah beriman akan ada keistiqomahan yg akan selalu dipertanyakan' itu bener adanya.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu bisa berusaha menerapkan sunnah rasulullah SAW. Aamiin

Selasa, 06 Juni 2017

#11 Ramadhan

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al quran ) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al-Qadr 1-5)

Jumat, 19 Mei 2017

Curhat Random

Ini gatau kenapa tiba-tiba pengen nulis ini. Ini sih isinya curhat banget sih sumpah...
Jadi ceritanya gue baru aja masukin artikel baru gue disalah satu konten media yang gue baru join di media baru ini.

Nah iseng-iseng gue melipir lah ke konten media yang biasa gue nulis artikel dan konten media yang biasa gue suka nulis. DANNNNNNNNNN (oke ini lebay, kaya gue lg manggil orang sambil teriak aja-__-) tapi beneran di jam segini yang tadinya gue udah semaput karna ngantuk dan belum tidur gue jadi melek.

Karna gue sedih. Gue sedih ternyata konten media yang selama ini gue nulis artikel secara ga langsung tanpa gue sadari selama ini mendukung LGBT ya Allah, gatau sih gue harus bilang dan punya pemikiran 'ah yaudah intinya kan gue nulis yang baik dan tau hanya sekedar yaaa...' tapi jujur gue malah jadi gimana gitu wkwkwkwk -___- dan ini nih pagi ini juga pas gue buka salah satu akun gue suka nulis pas gue search kategori whaatttttt ada hashtag #lgbt beneran ini tuh tadinya gak ada....! lagi lagi gue lebay -__-
Tapi why gitu? I mean, secara ga langsung kedua media ini mendukung gitu adanya itu, dan masalahnya walopun gue ga dukung tapi gue berkontribusi mengisi isi pikiran gue di media itu gituuuu :D


wkwkwkwkwk. abis ngetik ini gue sedih sambil ketawa ga jelas gitu -______- subhanaAllah hmmm

Rabu, 19 April 2017

SKIZOFRENIA (It's okay it's love)

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul pada saat dewasa muda, dengan prevalensi semasa hidup secara global sekitar 0,3% – 0,7%. Diagnosis didasarkan atas pengamatan perilaku dan pengalaman penderita yang dilaporkan (Wikipedia, 2017).
***
Apa yang lo lakuin ketika lo tau akan di diagnosis penyakit diatas oleh psikiatrik? Hmmm mungkin akan sedikit membingungkan ketika lo di diagnosis punya penyakit yang lo sendiri ga bisa lo rasain sendiri sakitnya seperti apa. Yup, skizofrenia. Mungkin ga banyak orang tau penyakit ini. Awalnya gue juga bingung dengan penyakit ini. Somehow, suprisingly seketika gue jd banyak belajar tentang penyakit. Gue jd tiba tiba mikir, why? Bisakah smua orang merasakan ini jika rasa sakit yang kata kasarnya ini “cacat mental” berasal dari pengalamanlo di masa lalu. Trus kalo seseorang itu mengalami itu trus salah siapa? Salah orangnya kah? Salah masa lalunya kah yang membuat timbulnya penyakit ini? no! Its stupid.

Ketika di diagnosis memiliki penyakit ini, lalu muncul dalam benak. Akan adakah sebuah penerimaan?

Berawal bertemu, kemudian mengenal lebih dekat, lalu lebih jauh mengenal. Bahkan sampai pada di titik tidak ada lg yg ditutupi. Lalu kalo pada waktunya orang yang lo sayang lo tau mengidap skizofrenia, apa lo akan mudah diterima gitu aja gitu sama orang yg lo sayang? Its not easy, belum lagi lo akan mengalami penolakan dari keluarga orang yg lo sayang, yang tadinya lo seperti mutiara ketika mereka tau lu mempunyai kekurangan apa mereka bakalan nerima gitu aja? Ini bukan mereka, lebih tepatnya orang yang lo sayang. Exactly, how much you pretend to smile but its really fakes you know. Kadang gue mikir, trus apa solusi dari semua ini???
***
Penyebabnya masih belum pasti. Umumnya dianggap terkait dengan lesi pada otak serta masalah genetika dan psikologis. Beberapa studi menemukan bahwa struktur otak dan sistem saraf pusat dari pasien skizofrenia, seperti yang ditunjukkan pada gambar hasil pemindaian, berbeda dengan orang normal pada umumnya. Selain itu, sekresi dopamin, neurotransmitter di otak, dari pasien skizofrenia lebih tinggi daripada orang normal pada umumnya (Schizpfrenia, 2016)
***
Penerimaan, penerimaan oleh orang yang lu sayang, mungkin itu bisa jadi solusi. Dan dari studi semua kasus, penyakit ini hanya bisa disembuhin oleh orang yang benar benar bisa jaga lo dan menyayangilo dengan tulus. Tulus? Trust me, in this time its really hard to find it. May I? Lalu apa? Keduanya kelak bisa saling mengobati trauma masing masing. Trauma? (Yes, I've got too, but everyone don’t know what kind of my traumatic until now. Should I go to psiciatric again?) , kelak mungkin seseorang akan sadar kalo mereka semua punya titik kejiwaan yang sebenarnya bisa mereka obati dengan cara mereka sendiri.
Lalu ketika keyakinan untuk sembuh ada, bukan dari berasal dari diri sendiri, tp berasal dari orang-orang yg lo sayang, karna kelak akan ada begitu banyak yang harus dikorbankan karna hal ini semua. Penerimaan. Dari sana kelak ketulusan akan menghantarkan kebaikan. Cinta bukan perkara senang, tapi perkara menerima masa lalu, ini kayaknya agak sedikit berat. Tp kira kira begitu kalimatnya, karna kelak menerima kekurangan dan kelebihan kemudia menyatukan kedua keluarga yang menerima dengan tulus itu tidak mudah.
Skizofrenia, diagnosis penyakit ini rasanya membuat pikiran ini berenang-renang, entah ingin lari kemana. Sembuh hanya dengan penerimaan yang tulus, lalu obat hanya menjadi kamuflase. What i’ve supposed to do??? Nothing, saling menerima kelak. Lalu kalimat itu pun akan keluar dengan sendirinya dengan ketulusan, its okay its love.

***
Intinya, skizofrenia, yang didiagnosis dengan waktu 3 hari dalam 16 episode, it’s make me wondering about something in real life with this korean drama. Yup, Its okay Its love, serial drama korea yang abis gue tonton tentang skizofrenia dan berbagai gangguan penyakit traumatik lainnya.
***
Ketika angin bertiup, biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Ketika perasaan kerinduan datang,
Biarkan ia datang, tinggal dan pergi
Sakit akan datang.
Ini akan tinggal dan hidup
Ini akan hidup kemudian pergi
***
By the way, hari ini pemilu. Semoga hari ini dapat berjalan dengan lancar, semua dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik (insyaAllah). Kelak siapapun yang menang, semoga negeri tercinta ini menjadi damai, dan yang diamanatkan menjadi pemimpin pun bisa amanah Aamiin allahumma aamiin. InsyaAllah, apapun hasilnya Allah Sang Maha Tahu. Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Aamiin ya RAB.

Minggu, 16 April 2017

Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...
Cukup Allah buatku...

Asyiqah Billah...

Sabtu, 11 Februari 2017